Sabtu, 19 Januari 2019


DISUSUN OLEH :
Asep Sukirman : 0101.1701.087
Cucu Kholifah Siti Sa’adah : 0101.1701.088
Ratnengsih Hana Amelia : 0101.1701.105

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
DR. KHEZ MUTTAQIEN
PURWAKARTA
2018  KATA PENGANTAR

Assalamu alaikum Wr. Wb.
          Puji Syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena  atas berkat Rahmat dan hidayah-Nyalah  yang senantiasa dilimpahkan kepada kita, sehingga dalam penyusunan makalah ini kami diberikan  kemudahan untuk mengumpulkan referensi dalam menyusun makalah mengenai Ayat-ayat Tentang Risalah.
Adapun maksud dan tujuan membuat makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Tafsir, Semester III, tahun akademik 2018/2019.
         Kami juga  sadari bahwa didalam isi makalah yang kami buat ini sesungguhnya masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan yang seharusnya itu menjadi suatu hal yang sangat subtansi dalam makalah ini, oleh karena itu kami sebagai penyusun makalah ini  sangat mengharapkan masukan-masukan agar sekiranya makalah ini dapat sempurna sesuai apa yang kita harapkan dan juga dapat bermamfaat untuk kita semua.
          Kami selaku penyusun mengucapkan banyak terima kasih ketika makalah ini begitu banyak memberikan dampak positif bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya, Semoga Allah SWT senan tiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin.

Wassalamu A’laikum Wr.Wb


Purwakarta, 13 Desember 2018

 DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang masalah
Rumusan masalah
Tujuan penulisan
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Risalah
Ayat-ayat Risalah
Risalah : Universalitas dan Tujuan risalah
Universal Risalah
Tujuan Risalah
Risalah Terhadap Manusia
Macam-macam Risalah
Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Jika tidak taat pada Allah dan Rasul-Nya
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
 BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dengan mempelajari tentang ayat-ayat risalah, kita sebagai seorang muslim bisa mengetahui lebih dalam bahwa risalah itu adalah sebuah kebaikan dan rasul adalah hamba-Nya yang ditugaskan untuk menyampaikan risalah. Dan untuk mengetahui pula balasan serta hukuman bagi yang taat atau menentang risalah Allah.
Rumusan Masalah
Apakah yang dimaksud dengan Risalah?
Apakah tujuan dari Risalah?
Bagaimana tafsir dari ayat-ayat Risalah?
Apa jadinya manusia tanpa Risalah?
Apakah Risalah menjadi beban bagi Rasul?
Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui pengertian risalah.
Untuk mengetahui ayat-ayat risalah.
Untuk mengetahui tafsir dari ayat-ayat risalah.
Untuk mengetahui tujuan dari risalah.
Untuk mengetahui pentingnya risalah bagi manusia. BAB II PEMBAHASAN

PENGERTIAN RISALAH
Secara bahasa, risalah berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah pesan. Risalah sendiri berasal dari Rabb Yang Maha Esa, Yang  Maha Kuasa, Allah SWT, dan lalu di wahyukan kepada pembawa risalah melalui malaikat Jibril. Dan pembawa risalah itu sendiri yaitu Raslul atau ustusan Allah.
Maka di dalam Islam disebutlah risalah islam yang dibawa oleh junjungan kita Nabi Muhammad SAW sebagai rasul utusan pembawa risalah yang wajib di sampaikan kepada umat manusia. Dam n selama kurang lebihnya 23 tahun Rasulullah mengabdikan diri dalam jalan menyampaikan ayat-ayat Allah pada manusia sebagai risalah dari Allah Tuhan Semesta Alam.

AYAT-AYAT RISALAH

(((( (((((((( (((((((( (((((((((( (((((((((((( ((((((( ((((((((( ((((((((((((( ((((( ((((((((( (((((((( ( (((((((( (((((( (((((((( ((((
Artinya : “Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama dan cukuplah Allah sebagai saksi.” ( QS. Al-Fath : 28 )

Ibnu Katsir menafsirkan bahwa yang dibawa Rasul adalah yakni,ilmu yang bermanfaat dan amal sholeh. Karena sesungguhnya syari’at ini mencakup dua hal, yaitu ilmu dan amal. Bahwa ilmu syari’at itu benar, sedangkan amal syar’i itu diterima, dan semua berota yang dibawanya adalah haq, sedangkan keputusannya adalah adil.

Dari ayat diatas Allah memberitakan bahwa Dia-lah yang mengutus Rasul untuk menyampaikan syari’at agama yang haq. Maka sesungguhnya risalah islam ini adalah pesan kebaikan dari Allah kepada seluruh manusia. Karena risalah yang dibawa Nabi Muhammad bukan untuk satu kaum atau satu golongan saja, dan beliau SAW merupakan utusan Allah yang terakhir diantara semua nabi dan rasul-Nya. Diriwayatkan bahwa jumlah rasul adalah 313 atau 314 atau 315. Sedangkan para nabi diriwayatkan berjumlah 124.000.

Allah mengutus Muhammad SAW sebagai hamba dan Rasul-Nya kepada seluruh makhluk, sebagai petunjuk bagi mereka, penyempurna kehidupan dan tempat kembali mereka.
Dan juga risalah yang beliau Muhammad SAW bawa, menyempurnakan seluruh risalah yang telah ada sebelumnya. Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW :

“Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat sebuah rumah, diperindah dang diperbagusnya kecuali tempat untuk sebuah batu bata disudut rumah itu. Maka orang-orangpun mengelilingi rumah itu dan mengaguminya, dan berkata: Mengapa engkau belum memasang batu bata itu? Nabipun berkata: Sayalah batu bata terakhir itu, sayalah penutup para nabi.”


Firman Allah dalam surat Al Maidah :
( ((((((((((( (((((((((( ((((((( (((( ((((((( (((((((( ((( ((((((( ( ((((( (((( (((((((( ((((( (((((((( (((((((((((( ( (((((( (((((((((( (((( (((((((( ( (((( (((( (( ((((((( (((((((((( (((((((((((((( ((((  
Artinya : “Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al Maa’idah : 67)

Tafsir gangguan manusia maksudnya: tak seorangpun yang dapat membunuh Nabi Muhammad S.A.W, ayat ini adalah awal permulaan rasul diperintahkan Allah melakukan dakwah secara umum. Adapun sebagian ahli tafsir memandang ini senagai melakukan dakwah khusus kepada ahli kitab. Dan nabi menyampaikan apa yang diturunkan kepadanya tanpa menghiraukan besar kecilnya tantangan dari kalangan orang musyrik dan orang-orang fasik, dan tidak takut menghadapi gangguan.

Apa-apa yang diturunkan Allah pada nabi adalah amanat yang wajib disampaikan seluruhnya kepada manusia. Bahkan menyampaikan sebagian saja pun dianggap sama dengan tidak menyampaikan sama sekali. Dan tidak boleh ditunda dari waktunya, karena termasuk penyembunyian amanat Allah.

Risalah yang pertama disampaikan adalah tauhid, seperti firman Allah dalam Al Qur’an :

(((((((( ((((((((( ((( ((((( (((((( ((((((( (((( ((((((((((( (((( ((((((((((((((( (((((((((((( ((((….
Artinya : “Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu…”
( QS. An Nahl : 36 )

Imam Jalaludin dalam tafsir Jalalain menyebutkan yaitu rasul untuk menyerukan pada manusia untuk meng-Esa-kan Allah dan berhala-berhala itu janganlah kalian sembah.

Dan apa yang diturunkan rasul adalah mukjizat, yang dengan diturunkannya Al Qur’an itu sebagai pedoman umat manusia seluruhnya.
Firman Allah SWT :

(((((((((((((((( ((((((((((( ( ((((((((((((( (((((((( (((((((((( ((((((((((( (((((((( ((( ((((((( (((((((((( (((((((((((( ((((((((((((( ((((
Artinya : “keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,” ( QS. An Nahl : 44 )

Dalam Tafsir Jalalain maksudnya yakni Al Qur’an yang di dalamnya dibedakan antara halal dan haram tentang hal tersebut, kemudian mereka mengambil pelajaran darinya.

Ayat-ayat lain yang menyebutkan Al Qur’an di turunkan kepada Rasul untuk disampaikan kepada manusia, sepertiterdpat pada surat Yaasiin, bahwa Allah berfirman :

((( (((   ((((((((((((((( ((((((((((( (((   (((((( (((((( ((((((((((((((( (((   (((((( ((((((( ((((((((((( (((   (((((((( ((((((((((( (((((((((( (((   ((((((((( ((((((( (((( ((((((( ((((((((((((( (((((( (((((((((( (((  
Artinya : “1) Yaa siin 2) demi Al Quran yang penuh hikmah, 3) Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul, 4) (yang berada) diatas jalan yang lurus, 5) (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, 6)  agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.” ( QS. Yaasiin : 1-6 )

Ibnu Katsir menafsirkan yakni demi Al Qur’an yang tidak di datangi kebathilan dari hadapan dan dari belakangnya. Sesungguhnya engkau (Muhammad) diatas manhaj, agama yang kokoh, dan syari’at yang lurus. Dan yang kau bawa ini diturunkan dari Rabb Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

Adapun Imam Jalaludin menafsirkan yakni Al Qur’an dengan hikmah-hikmah, dan makna-maknanya sangat indah lagi memukau. Sesungguhnya hai Muhammad, engkau berada diatas jalan para nabi sebelum kamu, yaitu jalan tauhid dan hidayah.
RISALAH : UNVERSALITAS dan TUJUAN RISALAH

UNIVERSAL RISALAH
Dengan sifat risalah yang universal ini bahwa risalah Muhammad SAW adalah untuk manusia seluruhnya bukan untuk satu kaum atau golongan saja. Tidak sama seperti nabi-nabi terdahulu, sebagai buktinya bahwa Allah berfirman dalam Al Qur’an :

(((((( ((((((((((((( (((( (((((((( ((((((((( (((((((( (((((((((( ((((((((( (((((((( (((((((( (( ((((((((((( ((((  
Artinya : “dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” ( QS. Saba’ : 28 )

Tafsir Jalalain, maksud dari berita gembira yaitu Allah  mengutus rasul kepada orang-orang beriman bahwa mereka akan masuk surga. Sedangkan arti dari pemberi peringatan teruntuk orang-orang kafir bawha mereka akan dimasukkan kedalam neraka.

Ibnu Katsir menafsirkan maksud dari pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan yaitu engkau (Muhammad) memberi kabar gembira bagi orang yang menantimu dengan surge dan membri ancaman bagi orang yang bermaksiat kepadamu dengan neraka.

Qatadah berkata tentang ayat ini, “Allah mengutus Nabi Muhammad SAW kepada bangsa Arab dan bangsa ‘Ajma (non Arab). Orang yang paling mulia diantara disisi Allah adalah yang paling taat kepada-Nya.

Maka semakin jelaslah keuniversalan risalah yang dibawa  Nabi Muhammad SAW. Bahkan ada yang menyebut bahwa Rasulullah di utus kepada seluruh jin dan manusia. Dan ayat diatas juga di pertegas oleh ayat lain seperti yang terdapat pada surat Al A’raaf ayat 158 :

(((( ((((((((((( (((((((( (((((( ((((((( (((( (((((((((( (((((((( ((((((( ((((( (((((( ((((((((((((( (((((((((( ( (( ((((((( (((( (((( ((((((( ((((((((( ( (((((((((((( (((((( ((((((((((( (((((((((( (((((((((( ((((((( (((((((( (((((( (((((((((((((( ((((((((((((( (((((((((( ((((((((((( (((((
Artinya : “Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” ( QS. Al A’raaf : 158 )

Imam Jalaludin dalam Tafsir Jalalain menyebutkan bahwa ini pembicaraan yang ditujukkan kepada Nabi Muhammad,  untuk menyeru pada manusia agar beriman pada Allah dan Rasul-Nya agar mendapat bimbingan hidayah.

LANDASAN KEUNIVERSALAN RISALAH ISLAM
Adapun landasan-landasan yang membuat risalah Islam ini bersifat universal antara lain :
Tidak mengandung hal yang rumit untuk diyakini manusia sebagai sebuah ibadah dan sebagai amalan.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya….” ( Al Baqarah : 286)

“…. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu….” ( Al Baqarah : 185 )

“…. dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan….” ( Al Hajj : 78 )

Nabi SAW bersabda dalam haditsnya “Sesungghnya  agama ini mudah”.

Sesuatu yang mutlak dan tidak berubah seiring perubahan ruang dan masa (contohnya dalam akidah dan ibadah)
Ajaran-ajaran yang untuk menjaga kehormatan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Dan untuk Rasulullah pun Allah menurunkan wahyu tidak untuk membebani nabi. Seperti firman Allah :
((((((( (((   ((((((( ((((((( (((((((( (((( ((((( ((( (((((((( (((((( ((((((( ((((((((( ((((( (((((((((( ((((((((((((((( (((   ((((((((((( (((( ((((((( ((((((((( (((( ((((((((( (((( ((((((((((( ((( ((((((((( (((((((((((( ( ((((((( ((( ((((((((((( (((  
Artinya : “1) Alif laam mim shad  2)  ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, Maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. 3) ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).” ( QS. Al A’raaf : 1-3 )
Ibnu Katsir menyatakan dalam tafsirnya yakni inilah kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Rabbmu. Janganlah ada kesempitan maksudnya jangan ada keraguan terhadapnya. Ada pula yang menyatakan “jangan merasa keberatan untuk menyampaikan dan memberi peringatan kepada manusia dengannya”.
Ikutilah jejak nabi yang ummi yang membawakan kitab yang diturunkan dari Rabb Pemelihara dan Pemilik Segala Sesuatu. Janganlah menyimpang dari apa yang diajarkan Rasul kepada kalian.



Lalu Allah berfirman dalam surat lain :
(((( (((((((((( (((((((( ((((((((((((( (((((((((( (((  
Artinya : “Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah;” ( QS. Thaahaa : 2 )
Tafsir Jalalain menyebutkan bahwa tidak diturunkan Al Qur’an kepadamu (Muhammad) supaya rasul letih dan payah, disebabkan apa yang kamu kerjakan sesudah ia diturunkan.

TUJUAN RISALAH
Sayyid Sabiq dalam Fikih Sunnahnya menyebut bahwa tujuan yang diusung oleh risalah islam adalah untuk penyucian diri (tazkiyatul-anfus) menuju pengetahuan sebenarnya tentang Allah dan beribadah kepada-Nya, sekaligus memperkukuh relasi-relasi kemanusiaan, dan membangunnya berlandaskan cinta, kasih sayang, persaudaraan, persamaan, dan keadilan; serta mewujudkan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat. Allah SWT berfirman yang artinya :

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,” ( QS. Al Jumu’ah : 2 )

Ibnu Katsir menafsirkan yang di maksud buta huruf adlalah bangsan Arab. Ayat ini merupakan bukti dikabulkannya permohonan Nabi Ibrahim ketika mendo’akan penduduk Mekkah agar Allah mengutus seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri.
Setelah sekian lama Rasul tidak muncul dan tidak adanya bimbingan yang lurus, maka Allah mengutus Rasul-Nya kepada mereka. Karena orang-orang Arab dahulu berpegang teguh kepada ajaran Ibrahim as namun mereka merubah, mengganti, serta menukar tauhid dengan syirik seperti yang dilakukan Ahli Kitab.
Kemudian Allah mengutus Muhammad SAW dengan membawa syari’at yang agung, lengkap lagi mencakup seluruh kebutuhan makhluk. Yang di dalamnya terdapat petunjuk dan penjelasan segala sesuatu yang dibutuhkan, baik yang menyangkut dunia maupun akhirat.

Tafsir Jalalain
Diutusnya Nabi Muhammad di antara bangsa Arab dengan membawakan Al Qur’an untuk membersihkan mereka dari kemusyrikan.

Adapun dalam Tafsir Al Maraghi bahwa tentang buta huruf terdapat dalam hadits yang dikeluarkan dari Al Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan An Nasa’I dari Ibnu Umar dari Nabi Saw, beliau mengatakan “Kami adalah ummiy, kami tidak menulis dan tidak pula menghitung”
Maka rasul termasuk ummi, namun ia membacakan ayat-ayat Al Qur’an untuk menjadikan mereka suci dari kotoran-kotoran akidah, dan untuk mengajari mereka syari’at yang menyempurnakan jiwa.

Allah berfirman dalam ayat lain :
(((((( ((((((((((((( (((( (((((((( ((((((((((((((( (((((  
Artinya : “dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” ( QS. Al Anbiya : 107 )

Ibnu Katsir menafsirkan yaitu Dia mengutusnya sebagai rahmat untuk kalian semua. Barang siapa yang menerima rahmat dan mensyukuri rahmat ini, niscaya dia akan berbahagia di dunia dan di akhirat. Sedangkan barang siapa yang menolak dan menentangnya, niscaya dia merugi dunia dan akhirat.

Dalam ayat lain Allah menjelaskan diturunkannya Al Qur’an sebagai kitab terakhir yang membawa kebenaran dan membenarkan kitab-kitab sebelumnya.

Firman Allah :

Artinya : “dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu